misteri penghuni tak kasat mata

Misteri: Penghuni Hotel Tak Kasat Mata

Posted on

Misteri: Penghuni Hotel Tak Kasat Mata ( Based on True Story )

Kenalin, aku ***sa ceritaku ini berawal dari pengalaman pertamaku interview sampai bekerja di sebuah hotel di daerah Jawa Timur, yang belum aku mengerti betul bagaimana bentuk luar dan dalam hotel tersebut.

Sebelumnya, aku mempunyai sebuah keistimewaan yang jarang orang lain punya, iya, bisa merasakan makluk yang tak kasat mata, bahkan tak jarang aku bisa melihat makluk tersebut atau orang lain bilang indigo, tapi aku gak ngeramal hari kiamat yah, wkwk. Aku mulai ya,

Kejadian dimulai awal tahum lalu, aku mendapatkan sebuah panggilan interview disalah satu hotel di Jawa Timur.

Lokasi hotel tersebut lumayan jauh dari jalan besar, harus melewati perumahan terlebih dahulu, baru bisa sampai Aku baca diweb hotel tersebut, memang sengaja dibangun agak jauh dari jalan umum, karena view disekitar lingkungan hotel tersebut masih asri dan telihat indah, perpaduan rindangnya hutan pinus, gunung, serta terdapat perkebunan buah disekitar hotel tersebut.

Perasaanku pertama kali sampai disana emang udah gak enak, mungkin karena jadwal interview dilaksanakan sore hari tepatnya jam 5 sore karena masih menunggu management selesai meeting pada hari itu.

Cuaca saat itu agak mendung dan nampak kilatan kilatan cahaya petir, dan sekitar jam 6 sore interview baru akan dimulai, lumayan lah nunggu agak lama, tapi aku pun disuruh menunggu di sebuah kantin, kebetulan lokasinya gak jauh dari office office HOD lainnya.

Pemandangan yang kulihat dari kantin itu langsung ke alam, jadi langsung terlihat hamparan hutan pinus dan villa villa besar yang mayoritas hanya dikunjungi pemiliknya pada saat saat tertentu saja, misalnya libur tahun batu atau hanya sekedar beristirahat mencari pemandangan baru, jadi kalo hari hari biasa hanya ada penjaga villa ya g berasal dari warga desa situ juga.

Ketika sudah menunggu lumayan lama sekitar jam setengah 6 sore menjelang magrib, salah satu satpam dihotel itu mengajakku mengobrol. Kebetulan waktu istirahat, karena beberapa karyawan shift sore makan dikantin ini, kemudian satpam itu pun menyapaku.

Lalu bertanya kepadaku, mungkin hanya sekedar basa basi, dan ditengah perbincangan mataku dibuat kaget dengan sebuah kelebatan bayangan hitam besar yang mengarah ke arah dapur tempat memasak makanan untuk karyawan.

” Pak, saya mau tanya dong, itu dapur utama atau apa? ” tanya ku kepadanya

” Itu dapur khusus masak buat karyawan sebelahnya ada wastafel, tapi wastafelnya ini ada diluar, dibatesin sama pagar kayu, yang bawahnya ini ada pohon pohon sama jalan setapak untuk mas mas bagian maintenance buat benerin pipa sama genset. ” jawab satpam tersebut

” Jadi bawah tempat makan itu ada gudang bawah tanah yang gitu yang isinya mesin mesin genset. ” lanjut satpam tersebut

Kesan pertama yang aku temui tersebut adalah bayangan hitam besar itu, gak lama setelah satpam menjelaskan, terdengar suara anak anak kecil yang berlarian dikoridor belakang, saat aku mengintip hanya untuk sekedar ingin tau, benar saja ternyata banyak banget anak anak kecil yang tak kasat mata dengan berbagai wujud, matanya hilang satu, wajahnya hancur, organ dalamnya hilang, ada juga yang botak dengan rongga kepala tanpa otak, dan mereka berlarian ke arah kantin itu.

Seketika aku menunduk, berusaha tetap tenang dan seketika ada salah satu dari mereka yang terjatuh didepanku, sontak aku kaget karena wajahnya 50% hancur banget, dan aku hampir muntah saat melihat wajahnya. Sebagian dari mereka turun ke arah ruang genset yang tadi dibilang pak satpam lewat tangga sebelah wastafel.

Gak sampai disitu, kemudian aku melihat jam yang aku kenakan menunjukan pukul 18.10, makin lama terasa makin sepi dan aku merasa makin sendirian karena satpam tadi kembali untuk bertugas, aku menuju kantor HRD dan kata assistennya dia masih sholat, akupun kembali duduk.

Aku melihat lihat ke arah sekeliling ku, kemudian pandanganku terpaku ke arah jendela yang diluarnya terdapat pohon pohon jati. Aku melihat seperti ada bayangan putih panjang banget, sepanjang pohon jati itu, aku lihat makin ke atas dan WTF!! wajahnya seperti tulang tengkorak yang telah keropos berdarah dan hampir hancur seluruhnya, dan salah satu matanya menatap ke arah aku dan dengan cepat berpindah dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Wujudnya, seperti pocong.

Gak berselang lama, HRD tersebut memanggilku via telepon receptionist untuk melaksanakan test terakhir, test interview. Akupun berbergegas menuju ruangan HRD tersebutg yang jalurnya melewati lorong lorong hotel pada umumnya, tapi hawanya sedikit berbeda namun tak begitu mencekam karena ternyata lokasi ruangan office owner nya ada di sekitar area lobby depan. Aku pun mengikuti tes terakhir tersebut dengan tenang, dan selesai sekitar jam 7 malam, akupun pulang dan mendapat kabar via wa bahwa esok hari sudah bisa masuk dishift sore.

Keesokan harinya aku berangkat lebih awal untuk mendapatkan pengarahan dulu. Untuk karyawan baru prosedur normal seperti perusahaan perusahaan lainnya. Aku diberi 3 seragam untuk ganti setiap harinya dan satu kunci loker.

Aku ditunjukan letak lokasi loker yang akan aku pakai, lokasinya dibelakang dekat kantin karyawan dan terapit diantara ruangan ruangan IT, dan staf accounting dan store, jadi ada dua ruangan untuk loker karyawan, khusus cewe dan khusus cowo, gak terlalu luas, namun cukup.

Letak pasnya diujung dekat lift dan tangga manual, lift ini dikhususkan hanya untuk barang jadi hanya untuk karyawan dan tangga manual ini akses menuju laundry room, genset bawah tanah, ruang pipa dan ruang decor, jadi agak jarang karyawan yang melintas.

Saat memasuki area loker dengan diantar asisten HRDnya, dia menunjukan lokerku, dan dia memberitau aku kalu setiap shift pagi loker cewe selalu dalam kondisi gelap karena shift cewe gak ada yang malam, dikasih tau dimana tempatnya saklar lampu ruang loker ini juga, dan letak saklarnya itu ada didalam ruang kamar mandi loker bersama saklar ruang kamar mandi, aku kemudian melihat kesekeliling ada beberapa rak sepatu. Khusus sepatu hak, khusus sandal, dan khusus sepatu sporty semua dipisah. Terlihat rapi lokernya, mungkin karena loker cewe.

Kemudian ada 1 lemari terbuka besar tanpa pintu jadi semacam rak gantung untuk jaket dan seragam karyawan, dan ada 3 kaca rias, dan terdapat satu kasur dan sofa yang ukuran sedang, mungkin untuk rebahan karyawan yang lelah setelah bekerja.

Awal aku masuk ke ruangan loker, fokusku langsung ke arah kamar mandi, ada sesuatu disana yang entah kenapa menarik aku untuk kesana.

Setelah asisten HRD menjelaskan, dia keluar dan meninggalkan aku sendiri diruangan loker, aku mengamati setiap sisi ruang loker dan mulai masuk kedalam kamar mandi disana ada shower, 2 bak air dari ember besar dan toilet duduk.

Awalnya semua nampak biasa aja gak ada apa apa, kemudian aku kembali ke depan lokerku. Ketika aku membuka loker tersebut, aku menemukan foto warna tahun 90’an hampir usang, didalam foto ada 1 wanita dan 2 pria difoto tersebut mereka tersenyum, namun senyuman aneh, dan ada sedikit bercak darah diantara bibir si wanita didalam foto aku mengamati foto tersebut sampai akhirnya aku mendengar suara pintu kamar mandi yang dengan sendirinya tertutup, dan suaranya lumayan keras, blakk.

Sontak aku kaget, dan dilanjut dengan suara shower yang mengalir, kemudian terdengar suara tertawa seperti orang yang sedang bercanda, aku memberanikan diri mengetuk pintu kamar mandi, padahal gak mungkin ada orang didalamnya, karena aku cuma sendirian diruangan ini daritadi.

Aku pun gak tau kenapa kok bisa tiba tiba ada kejadian seperti itu. Kemudian aku membuka pintunya dengan perlahan tapi, ya kosong. Kamar mandi dalam kondisi kering, gak ada bekas orang mandi tapi ada bercak darah dilantai kamar mandi itu.

Gak lama kemudian suara pintu ruang loker kebuka ada beberapa karyawan yang masuk ke ruang loker.

Aku pun memperkenalkan diri dan beberapa dari mereka ternyata ramah dan mereka mengantar aku ke tempat kerjaku didepan, aku dibagian receptionist.

Pada hari pertama aku incharge dengan seorang cowo, sebut aja mas Ikhsan, jadi mas ikhsan ink kebetulan shift sore juga, aku berkenalan dengan mas ikhsan ini, orangnya juga keliatan ramah, next.

Salah satu dari atasan aku sebut aja bu Devi menghampiriku dilokasi receptionist.

” Kamu udah tau sama semua ruangan disini? ” tanya bu Devi

” Maaf bu, belum semua. ” jawabku

” Yaudah mari saya ajak keliling dulu biar kamu tau. ” jawab bu Devi.

Iya karena prosedurnya semua karyawan wajib dan harus tau seluruh area hotel, kemudian aku diajak berkeliling bersama bu Devi.

Area front office sendiri ada 4 ruangan disana jadi depan itu counter seperti area receptionist pada umumnya.

Dibelakang ada gudang gudang berkas dan berangkas disebelah kiri, kemudian ruang reservasi dan yang paling belakang ruangan bu Devi.

Diajaklah aku berkeliling area hotel sekitar jam 3 sore waktu itu. Jadi setiap kamar dihotel ini desainnya baru namun katanya hotelnya sendiri sudah cukup lama dibangun.

Ruangan tersebut terhubung oleh beberapa lift, lift 1, 2 dan 3.

Jadi lobby di lantai 4, semua kamar dibawah, aneh ya, jadi kalo mau ke lobby semua orang yang bisa liat begituan, pasti liat apa yang aku liat waktu itu, wkwk

Lantai khusus kamar tersebut memanjang sekitar 30-40 kamar untuk masing masing lantai, jadi kebayangkan berapa banyak lorong disetiap lantainya, interiornya juga, kaya labirin deh.

Didepan kamar juga lumayan bagus ada taman taman buatan dan beberapa kolam ikan. Aku keliling di area lantai 2 dan 3 balum ke lantai 1.

Kata Bu Nila spot favorit tamu itu ada dilantai 1, aku liat dari salah 1 balkon di lantai 2 emang keliatan bagus sih, ada 1 kolam dewasa 1 kolam anak anak, sebelahnya ada taman taman asli, beberapa spot buat foto foto gitu yang bagus banget karena emang viewnya pohon pohon jati sama langsung pemandangan alam yang hampir mirip sama parahlayang di Batu Malang.

Aku bayangin kalau siang pasti bagus banget pemandangannya, tapi mungkin kalau malem mungkin beda lagi, orang jawa bilang silu.

Selesai keliling area hotel aku naik lagi keatas. Waktu itu kondisi gak terlalu banyak tamu jadi untuk awal kerja lebih banyak training sama liat liat area hotel aja.

Area pertama direceptionis yang mungkin buat aku auranya itu gak enak banget. Diruangan Bu Nila sama di gudang, mungkin karena ruang gudang itu selalu ditutup.

Beda sama ruangan Bu Nila yg selalu dibiarkan terbuka meskipun Bu Nila pulang, diruangan bu nila ada beberapa sofa, 1 meja kerja dan 1 almari.

Tempatnya nyaman. Katanya biasanya anak anak suka kumpul disitu buat briefing atau sekedar ngobrol ngobrol santai pas selesai kerja.

Sampe akhirnya menjelang maghrib Mas Ikhsan pamit buat makan. Aku makan belakangan karena ya namanya anak baru kan msih malu malu kalo mendahului senior.

Aku jaga counter depan sendirian sambil utek utek komputer, beberapa kali keliatan anak waiters lewat, gak banyak aktifitas karyawan karena emang lokasi resto lumayan jauh dari lobby.

Resto dilantai 4 ada 1, lantai 3 ada 2 resto jadi mayoritas aktifitas diresto lantai 3. Awalnya masih aman, ada salah 1 storekeeper nyamperin aku dan tiba tiba bilang,

” Nduk, aku ndelok sampean bedo ambek liyane, lek ketok barang barang alus selagine ganggu nemen sampean kondo aku yo, dek kene dedemit e rodok nakal opo meneh ambek sampean sing iso ndelok kawanan e dedemit ”

( Nak, aku liat kamu berbeda dengan yang lain, nanti kalau kamu liat hal hal aneh disini dan ganggu kamu, kamu bilang sama saya ya, disini penghuninya agak nakal apalagi kalau sama karyawan baru yang bisa lihat mereka kayak kamu )

Aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Suasana masih agak tenang, aku duduk duduk didepan gudang , jadi di depan gudang ada 1 kursi kecil buat istirahat kalau pas senggang, karena di counter depan kita cuma bisa berdiri.

Gak lama kemudian aku seperti mendengar suara orang bernyanyi, samar samar. Aku coba dengerin lagi ternyata suaranya masih ada.

Kemudian aku mencari sumber suara itu, suara nyanyian tembang jawa dengan suara serak serak basah. Sumber suara tersebut terdengar dari ruangan Bu Nila.

Pintunya masih kebuka tapi lampunya mati. Pikirku gak mungkin ada orang masuk karena pintu utama cuma lewat counter depan buat akses ke ruangan Bu Nila, Ruang reservasi sama ruang gudang.

Lalu kemudian aku duduk dikursi reservasi. Tapi suara tersebut makin lama makin keras dan lebih jelas dari sebelumnya, kali ini ditambah ada semacam suara gamelan jawa.

Aku pun sempat berfikir untuk mengabaikan hal tersebut, karena bulu kudukku mulai berdiri, tapi aku memberanikan diri masuk ruangan Bu Nila.

Dann… benar saja didepan cermin ada sesosok hantu wanita parubaya dengan pakaian jarik adat jawa bersanggul menyeringai ke arahku dan berkata

” Cah ayuu, kene melu nembang “( Anak cantik, sini ikut nyanyi ) disertai suara tertawa yang khas, dan sampai sekarang suara itu masih kuingat jelas diingatan.

Suara tawanya melengking, wajahnya setengah hancur membuat aku terkejut, dia tertawa kemudian menghilang begitu saja.

” Braakkk!! Occaaa ngapain disitu dek ” panggil Mas Ikhsan mengagetkan aku. ” Eh anu gapapa mas ini tadi abis bedakan sama liat liat ruangan Bu Nila hehe ” jawabku sedikit gugup.

Kemudian Mas Ikhsan menyuruhku makan, sebelum makan aku tanya lokasi mushola dihotel ini.

Lokasi mushola khusus karyawan ada disebelah gudang belakang, dilantai 3 bawah lobby, tapi aksesnya sedikit memutar, melalui lorong lorong dan beberapa anak tangga.

Suasananya lumayan gelap, minim penerangan hanya ada beberapa lampu yg menghiasi sepanjang jalanku.

” (Prak prak prak!!) ” Aku mendengar seperti ada suara sepatu besar di belakangku, aku tidak berani menoleh, dan berfikiran positif mungkin itu beberapa karyawan yang juga ingin sholat, pikiiirkuuu, padahal mah takut.

Tapi suara itu semakin dekat semakin tidak wajar seperti diiringi suara batuk batuk orang tua lebih ke kakek kakek. Namun setauku karyawan disini tidak ada yg berumur. Batuknya terus menerus terdengar sepanjang lorong saat itu.

Aku memutuskan untuk tetap tidak menoleh walaupun rasa penasaran dan ingin tau itu besar. Menuruni anak tangga yang sedikit remang remang, aku sedikit mempercepat langkahku.

Sambil sedikit sambat didalam hati ” Ya Allah ini penghuni hotel mau kenalan sama aku apa gimana sih, kok kayak gini banget cara mereka berkenalan ”

Sampai tiba tiba dari arah belakang, aku mendengar suara benda menggelinding jatuh tapi menggeliat, suaranya seperti berasal dari atas, kali ini aku mulai merasa benar benar takut, pikiranku mulai tak karuan.

Huft benar saja, sepasang bola mata jatuh tepat didepanku, kakiku mendadak lemas, tapi aku tak berupaya untuk teriak memanggil yang lain, aku seperti tidak bisa bergerak dan tiba tiba duduk diantara anak tangga itu.

Ketakutan melihat bola bola mata itu jatuh didepanku, dan disusul hentakan kaki, namun aku masih menunduk.

Kemudian sepasang tangan pucat tanpa kulit terlihat semacam tulang benulang tengkorak yang penuh darah mengambil sepasang bola mata yang jatuh itu.

Dan sambil berkata ” Haii aku salah 1 temanmu disini sekarang, kamu akan menemui aku di sudut belakang ruang laundry ” di akhirin tawa khas kakek kakek.

Aku menangis pelan tanpa suara, takut namun sedikit melirik, wajah seramnya mengarah padaku, wajah tanpa mata dengan tenggorokan yang keropos dan penuh darah, dan sampai saat ini aku ingin muntah jika mengingat wujudnya.

Kemudian dia mengelus rambutku, aku merasakannya seperti tangan anak kecil yang membelai rambutku, aku sedikit menjerit berharap dia segera pergi dan ada karyawan lain yang akan menolongku.

Tak lama setelah mengelus rambutku, dia pergi dan datang salah satu karyawan yang telah selesai menjalankan sholat, lalu karyawan tersebut, sebut saja Ari dia menenangkanku dari kejadian itu.

Kemudian aku diantar dan ditemani menjalankan sholat tapi tak bernafsu lagi untuk makan setelah melihat sosok tersebut.

DITUNGGU EPISODE BERIKUTNYA 🙂

Suka dengan postingan ini? Kamu bisa kirim dukungan pada kreator supaya tetap update postingan serupa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *